Portugal melewati laga penuh emosi malam ini. Seleção menang 2-1 atas Kroasia dalam laga dengan tambahan waktu 19 menit. Portugal akan menghadapi Spanyol pada babak 16 besar, Senin, 6 Juli 2026. Mereka harus meningkatkan level permainan jika ingin mengimbangi sang favorit juara.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Kroasia sempat memimpin laga setelah jeda babak pertama. Hal ini memaksa pelatih Roberto Martinez mengubah taktik pada menit ke-60. Martinez melakukan empat pergantian pemain sekaligus. Portugal mengubah formasi dari 4-2-3-1 menjadi 4-4-2 karena situasi mendesak.
Sistem baru ini belum sepenuhnya meyakinkan. Formasi tersebut membuka ruang bagi Kroasia. Beruntung lawan gagal memanfaatkan peluang emas. Bruno Fernandes dan Vitinha menjadi korban utama dari perubahan taktik ini. Vitinha kembali tampil mengecewakan, melanjutkan tren buruknya sejak awal turnamen.
Gelandang Paris Saint-Germain ini tidak kesulitan menguasai bola. Data CIES menunjukkan ia adalah yang terbaik dalam aspek tersebut. Vitinha juga kuat dalam duel dan bertahan. Namun, kritik muncul karena ia minim kreativitas. Vitinha kurang berani bermain vertikal dan mengambil risiko. Skema tim yang statis dan mudah ditebak memperburuk situasi.
Pengaruh Vitinha di lapangan terus berkurang. Waktu bermainnya juga terpangkas. Martinez kini lebih cepat menariknya keluar. Menurut Roberto Martinez, tim sudah merancang skema ofensif untuk area tengah, namun rencana itu gagal berjalan. Oleh karena itu, ia mengubah sistem untuk memanfaatkan lebar lapangan.
Berdasarkan penjelasan Martinez, ia ingin memaksimalkan kecepatan Rafael Leao. Strategi ini pernah berhasil di UEFA Nations League. Martinez mengaku puas dengan perubahan formasi menggunakan dua penyerang, Goncalo Ramos dan Cristiano Ronaldo. Langkah berisiko ini diambil untuk menekan bek tengah Kroasia.
Media Portugal menyebut posisi Vitinha sebagai pemain inti belum terancam. Stok gelandang yang melimpah menjadi pertimbangan lain. Bernardo Silva tidak menjadi starter pada laga kemarin. Silva kemudian mengambil peran sebagai pengatur serangan dari belakang saat Vitinha ditarik keluar.
Harian A Bola menyoroti faktor kelelahan fisik sang pemain. Vitinha bermain dalam 109 laga bersama klub dan timnas selama dua musim terakhir. Total waktu bermainnya mencapai lebih dari 8.500 menit tanpa cedera serius. Menurut media tersebut, Vitinha menjadi kekecewaan terbesar di Piala Dunia kali ini.
Media Catalan, Sport, menilai Vitinha bermain lebih lambat dari biasanya. Meski begitu, ia memiliki talenta untuk mengubah jalannya laga dalam sekejap. Vitinha sendiri menyadari performanya belum maksimal. Menurut Vitinha, performa individu sangat bergantung pada permainan kolektif tim.
Berdasarkan pernyataan Vitinha sebelum laga melawan Kroasia, ia berharap bisa meningkatkan level permainannya. Ia memahami kritik dari publik dan menerimanya dengan terbuka. Vitinha menegaskan seluruh anggota tim memiliki motivasi besar untuk menang. Portugal kini harus membuktikan kualitas mereka saat bersua Spanyol.